Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT

Diposting oleh kiki santoso Rabu, 09 Maret 2011


OTOCOID, Jakarta – Penampilan perdananya di ajang IIMS 2008 langsung memikat pengunjung yang memenuhi pameran otomotif terbesar di Indonesia, beberapa waktu lalu itu. Kembaran Mitsubishi Evolution X yang amat sporty namun elegant itu pun memperoleh penghargaan sebagai Best Sedan Mid Size IIMS 2008.

Terlepas dari sosoknya yang memang paling baru, penampilan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT memang jauh lebih menarik dari All New Honda Civic maupun Toyota All New Corolla Altis. Buat anak muda yang gemar dengan performance, kehadiran generasi terbaru Lancer ini jelas merupaka suguhan yang sangat menarik setelah sekian lama penampilan Lancer hanya itu-itu saja.Soal performa ini redaksi telah mencicipinya di Ibaraki, Jepang, ketika berlangsung Tokyo Motor Show 2007 Oktober lalu. Di trek khusus pengujian milik pemerintah Jepang itu, redaksi tidak hanya menikmati performanya, juga handlingnya yang trasa sporty.  Saat itulah redaksi dan kawan-kawan wartawan yang diundang khusus oleh PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors itu mendapatkan kepastian kehadiran Lancer generasi terbaru di bursa otomotif Indonesia.

Kami juga merasakan performance saudara kembarnya yang berpenggerak empat roda dan dipersenjatai turbo untuk pabrik tenaganya. Mobil yang identik dengan ganasnya medan relly dunia WRC itu benar-benar memikat. Teknologi yang disandangnya benar-benar membuat pengendaranya mudah mengajak Evo X ini melibas trek sesulit apapun!Kembali ke soal Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT memadukan mesin 2000 cc DOHC MIVEC 16 valve dengan transmisi INVECS III CVT 6 speed sport mode. Kombinasi ini membuat Lancer EX 2.0 GT ini makin memberikan kenyamanan bagi pengendaranya tanpa mengurangi karakter mesinnya yang tetap liar dan bertenaga.

 Pagusnya, model transmisi otomatik itu juga dapat dikendalikan di lingkar kemudi. Jadi sport modenya dapat dioperasikan menggunakan paddle shiffer yang terintegrasi di stir mobil. Dengan sentuhan jari-jemari kita bias memuaskan sekaligus merasakan performa sportynya Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT.Masih di soal kenyamanan, Lancer EX 2.0 GT ini menggunakan rancangan kaki-kaki pilihan. Suspensi misalnya, menggunakan MacPherson strut dengan coil spring dan stabilizer bar ditambah dengan rear multilink system & stabilizer bar, kemudian disempurnakan dengan strut tower bar pada suspensi depan yang bertujuan mengontrol dan merespon gaya grafitasi pada saat bermanuver.

 Karena performanya yang luar biasa, Lancer menggunakan model penghenti laju disc brake di keempat rodanya. Ditambah pula dengan ABS dan EBD. Penggunakan teknologi ini membuat gaya pengereman yang sesuai layaknya pada kondisi normal.Beberapa teknologi lainnya yang memberikan rasa aman dan nyaman adalah RISE Body, Dual SRS Airbag, dan Keyless Entery & Immobilizer. Jadi, nunggu apa lagi?



Data dan Fakta :
Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT A/T
Harga Rp. 320 juta.

Spesifikasi :
Mesin : MIVEC DOHC in line 16 valve
Kapasitas : 1.998 cc
Bore x stroke : 86,0 x 86,0 mm
Kompresi : 10.0:1
Tenaga maks : 155 PS @ 6.000 rpm
Torsi : 20,3 kgm @ 4.250 rpm
BBM : Unleaded Gasoline (RON 90 ke atas)

arti dari Horsepower dan hubungannya dengan Torque.
Horsepower adalah satuan Daya (Power).
Ingat fisika sederhana;
Quote:

W = F x S, di mana P = Work (Usaha), F = Force (Gaya) dan S = jarak.
Sementara P = W / t, di mana P = Power (Daya), W = Work (Usaha), dan t = Time (waktu)
James Watt melakukan pengamatan bahwa seekor kuda (pada masa beliau hidup) rata2 mampu mengangkat beban sebesar 550 pounds sejauh one foot, dalam waktu satu detik = 550 foot pounds per second = 33,000 foot pounds per minute. Watt lalu menyebut angka ini adalah power satu ekor kuda ( 1 Horsepower).
Torque adalah, untuk mudahnya, gaya puntir. One foot pound of torque adalah gaya puntir yang dibutuhkan untuk menopang beban sebesar satu pound pada sebuah bidang horizontal tanpa bobot sejauh satu foot dari pusat.

Yang terpenting untuk diketahui, adalah tidak mungkin mengukur total daya (Horsepower) dari sebuah mesin yang dijalankan. Yang diukur oleh sebuah dynomometer adalah besarnya Torque (dalam foot pound atau Newton meter / Nm). Dari besar Torque yang terukur ini, barulah dikonversikan menjadi Horsepower.
Masih ingat definisi satu foot pound of Torque di atas? Nah, jika beban itu diputar sebanyak satu putaran (revolution), maka beban itu akan menempuh jarak keliling lingkaran itu yaitu sebesar = Pi x 2 foot (diameternya) atau sebesar 6.28 foot, dan Work (Usaha) yang dilakukan adalah sebesar 6.28 foot pounds.
Masih ingat James Watt? Jika kita membagi angka Work = 6.28 foot pounds ini dengan satu Horsepower (33,000 foot pounds per minute), kita akan mendapatkan persamaan bahwa :

Quote:
One foot pound of Torque at 5252 RPM = 33,000 foot pounds per minute, atau sama dengan satu Horsepower.
Jadi, hubungan antara Torque dan Horsepower adalah :
Quote:
Horsepower = (Torque x RPM) / 5252
Ini adalah rumus pasti.

Ketika kita naik mobil dan berakselerasi, kita tidak pernah merasakan Horsepower, yang kita rasakan adalah Torque. Horsepower hanya adalah satuan untuk mengukur daya yang dihasilkan oleh Torque tersebut, pada saat (RPM) tertentu.

Misalnya mobil kita memiliki Torque maksimum 200 Nm pada 3000 RPM. Pada gear yang sama, baik kita revv pada 3000 RPM atau 6000 RPM, Torque dan daya akselerasi yang dihasilkan gear tersebut akan sama saja yaitu 200 Nm, tapi Horsepower yang dihasilkan pada 6000 RPM adalah dua kali lipat pada 3000 RPM, dan otomatis, kecepatan mobil itu lebih tinggi pada RPM lebih tinggi.
Mudahnya,

Torque maksimum menentukan kemampuan akselerasi (gaya puntir roda) sebuah mobil.
Horsepower maksimum menentukan kecepatan tertinggi sebuah mobil.
Contoh, Honda S2000 dan Mazda RX-8, keduanya memiliki Horsepower sebesar 240-250 HP, tapi mereka memiliki Torque maksimum yang kecil. Jadi mesin keduanya memiliki karakteristik redline RPM yang sangat tinggi (9000 RPM untuk S2000, dan 10,000 RPM pada RX8).
Di jalanan yang banyak tanjakan dan tikungan, kelemahan Torque yang kecil ini akan sangat terasa. Maka Honda me-revised S2000 menjadi S2200 yang memiliki Torque lebih besar, tapi akibatnya redline-nya juga turun menjadi 8500 RPM.

Contoh mesin2 mobil yang memiliki Torque sangat besar tapi redline RPM tidak terlalu tinggi adalah mesin2 AMG pada Mercedes dan mesin2 turbodiesel pada sedan2 Eropa.
Mengenai mesin mana yang lebih kuat antara mesin no 1 (115 PS @ 5000 rpm) dan mesin no 2 (115 PS @ 6000 rpm), dengan menggunakan rumus di atas;

Mesin no 1 memiliki maximum Torque = 120.8 foot pounds
Mesin no 2 memiliki maximum Torque = 100.66 foot pounds
Jadi mesin (bukan mobil) no 1 lebih bertenaga, karena memiliki Torque maksimum lebih besar = akselerasi lebih dashyat.

Tapi, tidak bisa membandingkan hanya besar Horsepower dan RPM, juga harus membandingkan besar Torque maksimum dan RPM dicapainya.
Makanya specs mesin mobil selalu menyatakan both maximum Horsepower and maximum Torque.
Max Torque yang besar = daya akselerasi dashyat
Max Horsepower yang besar = kecepatan maksimum lebih tinggi.

Setahu saya mesin Lancer Ex ini mengadopsi sistem Mivec (sistem yang juga dipasang di Grandis), karena adanya Mivec ini, konsumsi bahan bakar irit. Engine yang digunakan adalah Engine 4B1 series D4 VVT(MIVEC) yang terbaru dipasang pada Lancer baru ini.

Engine jenis baru yang di pakai Lancer Ex berkonfigurasi in-line 4 cylinder DOHC 4 valve, keseimbangan yang baik pada kinerjanya yang tinggi, jumlah gas buangnya sedikit dll. Termasuk teknologi yang hebat seperti Aluminum cylinder block, VVT type MIVEC untuk kedua intake dan exhaust .
V.V.T. (Variable valve timing) pada kendaraan mitsubishi dipakai dengan sebutan MIVEC (Mitsubishi innovative valve timing electronic control) system. V.V.T. sprocket dipasang pada intake dan exhaust camshaft sprockets. V.V.T. system membuat valve timing menjadi optimum sesuai dengan kondisi kerja engine, berikut ini efek yang bisa dihasilkan.

1. Bertambahnya torque dand output pada setiap kecepatan
2. meningkatnya kestabilan idling.
Ada harga ada rupa, Lancer Evo X adalah mobil sport andalan Mitsubishi, yang tentunya dilengkapi oleh teknologi paling canggih M-ASTC (Mitsubishi Active Stability & Traction Control System) yaitu kombinasi dari ABS, TCL, dan ASC yang didesain dari HBB (Hydraulic Brake Booster) pada kendaraan Mitsubishi Pajero/Montero.
Fitur lainnya:
BILSTEIN Shock absorber
Brake Ventilated Disc (BREMBO)-2 pcs
Audio System Rockford Fosgate
dll…
Keterangan:
- ABS (Anti-lock Brake System) pengendalian rem dan kemudi
- TCL (traction control system) sehingga memungkinkan akselerasi tanpa adanaya slip pada ban
- ASC (Active Stability Control) untuk stabilitas kendaraan


1 Comment
  1. Fla Said,

    keren banget nih apps android keren

    Posted on 15 Februari 2017 pukul 00.44

     

Posting Komentar